Advertisement
Ada momen dalam sebuah perjalanan yang tidak bisa kamu
rencanakan tapi kalau kamu siap, momen itu bisa jadi yang paling kamu ingat.
Bagiku, momen itu terjadi di sebuah jalan tanah sempit di
kawasan Lombok Timur, dua jam setelah meninggalkan Mataram. Jalan yang di peta
kelihatan seperti shortcut biasa, tapi kenyataannya adalah tanjakan berbatu
yang kanan kirinya jurang kecil dengan semak lebat. Kalau pakai kendaraan
biasa, aku sudah balik badan dari tadi.
Tapi hari itu aku di balik setir Fortuner. Dan Fortuner
tidak kenal kata menyerah di medan seperti itu.
Kenapa Fortuner dan Kenapa Lombok
Sebelum masuk ke ceritanya, aku mau jawab pertanyaan yang
paling sering muncul waktu aku cerita soal ini: "Bukannya berlebihan ya
sewa Fortuner buat liburan?"
Tidak. Setidaknya tidak di Lombok.
Lombok bukan Bali yang infrastruktur jalannya sudah sangat
merata. Di luar rute-rute utama terutama kawasan timur, beberapa jalur menuju
air terjun, dan akses ke spot-spot yang belum terlalu populer kondisi jalannya
bisa sangat bervariasi. Ada yang mulus, ada yang berbatu, ada yang perlu ground
clearance lebih tinggi dari rata-rata kendaraan MPV.
Untuk wisatawan yang datang ke Lombok dengan agenda yang
serius bukan sekadar pantai dan kafe, tapi benar-benar mau masuk ke kawasan
alam yang belum banyak dijamah Fortuner bukan kemewahan. Itu kebutuhan.
Dan dari sisi pengalaman berkendara? Jalan berkelok menuju
Sembalun, tanjakan di jalur-jalur hutan Lombok Timur, atau jalanan kasar menuju
beberapa air terjun tersembunyi semua terasa berbeda dan jauh lebih
menyenangkan dari balik setir kendaraan yang memang dirancang untuk medan itu.
Merencanakan Trip yang Berbeda
Trip ke Lombok kali ini aku rencanakan dengan sengaja
berbeda dari biasanya.
Sebelumnya aku selalu ke Lombok dengan agenda yang relatif
standar pantai selatan, Senggigi, mungkin Gili kalau ada waktu lebih. Tidak ada
yang salah dengan itu, tapi aku mulai merasa sudah hafal terlalu banyak hal
yang akan aku temui. Tidak ada kejutan, tidak ada momen yang bikin jantung
sedikit berdegup lebih cepat.
Kali ini aku mau masuk lebih jauh. Kawasan hutan lindung di
Lombok Utara, beberapa jalur trekking ringan di sekitar kaki Rinjani, air
terjun yang akses jalannya tidak didesain untuk kendaraan biasa, dan satu jalur
di Lombok Timur yang dapat rekomendasi dari teman yang sudah bertahun-tahun
tinggal di Mataram.
Untuk agenda seperti itu, aku butuh kendaraan yang berbeda.
Dan pilihan jatuh ke Fortuner.
Cari Rental Fortuner di Lombok: Tidak Semua Bisa Dipercaya
Ini bagian yang perlu aku ceritakan dengan jujur karena
proses mencarinya tidak semudah yang aku bayangkan.
Fortuner bukan kendaraan yang semua layanan rental punya.
Dan dari yang punya pun, tidak semua armadanya dalam kondisi yang layak untuk
medan berat. Aku tidak mau ambil risiko membawa kendaraan yang kondisinya
meragukan ke jalur-jalur yang aku rencanakan itu bukan hanya masalah
kenyamanan, tapi soal keselamatan.
Aku mulai dari forum dan grup traveler Lombok yang aku
ikuti. Beberapa nama penyedia muncul berulang kali, dan dari sana aku menyaring
berdasarkan respons dan cara mereka menjawab pertanyaan. Layanan yang asal
jawab atau tidak bisa menjelaskan kondisi armadanya dengan detail langsung aku
coret.
Lepas Kunci Lombok
masuk dalam daftar pendek sejak awal. Namanya sudah beberapa kali aku dengar
dari sumber yang berbeda, dan waktu aku hubungi dengan pertanyaan yang cukup
spesifik termasuk soal kondisi ban, ground clearance unit yang tersedia, dan
riwayat perawatan terakhir jawabannya detail dan tidak terkesan terburu-buru.
Dari situ aku sudah tahu ini penyedia yang serius.
Hari Pertama: Langsung Uji Medan
Aku ambil kendaraan pagi hari dan langsung tancap gas ke
utara menuju kawasan Lombok Utara yang sebagian besar daratannya adalah kaki
dan lereng Rinjani.
Rute pertama adalah jalur menuju Air Terjun Tiu Kelep di
kawasan Senaru. Jalan menuju area parkir terakhir sebelum trekking sudah cukup
menantang sempit, berbatu di beberapa titik, dan kemiringannya terasa
signifikan terutama di bagian akhir. Fortuner melewatinya dengan tenang, bahkan
waktu aku harus sedikit off-road untuk menghindari lubang besar di tengah
jalan.
Di area parkir, ada beberapa kendaraan lain yang sudah
parkir kebanyakan motor, satu pickup, dan satu SUV tua yang kelihatan sudah
berjuang cukup keras untuk sampai ke sana. Tidak ada kendaraan biasa.
Itu yang aku maksud tadi soal Fortuner bukan kemewahan untuk agenda seperti ini. Di medan seperti itu, pilihan kendaraan itu bukan soal gaya itu soal apakah kamu bisa sampai atau tidak.
Jalur Sembalun: Rute yang Berbeda Tiap Kali Ditempuh
Hari kedua aku arahkan ke timur menuju Sembalun rute yang
sudah berkali-kali aku lewati tapi tidak pernah bosan.
Tapi kali ini aku ambil jalur yang berbeda dari biasanya.
Teman yang tinggal di Mataram itu sudah kasih koordinat sebuah jalan alternatif
yang katanya lebih sepi dan pemandangannya lebih dramatis, meskipun kondisinya
tidak semulus jalur utama.
Dia tidak bohong soal keduanya.
Jalannya memang lebih dramatis melewati punggungan bukit
dengan jurang di satu sisi dan lereng hutan di sisi lainnya, dengan pemandangan
yang terbuka ke arah timur sampai bisa lihat garis pantai Lombok Timur dari
kejauhan. Tapi kondisinya juga seperti yang dia bilang: tidak untuk sembarangan
kendaraan.
Di dua titik, jalannya cukup terjal dan berbatu untuk
membuat aku bersyukur beberapa kali karena ada di Fortuner. Kendaraan ini
seperti punya insting sendiri soal bagaimana menjejak permukaan yang tidak rata
steady, tidak panik, tidak bikin penumpangnya berpegangan tegang ke handle.
Kami tiba di Sembalun menjelang tengah hari. Rinjani berdiri
di depan seperti biasa besar, tenang, seolah tidak peduli sudah berapa ribu
orang yang datang mengaguminya.
Lombok Timur dan Jalan yang Tidak Ada di Peta
Hari ketiga adalah hari yang paling aku antisipasi sekaligus
paling tidak bisa diprediksi.
Aku masuk ke kawasan Lombok Timur dengan satu tujuan utama:
mengikuti jalur yang ujungnya tidak aku tahu persis. Ada pantai yang kata teman
itu "belum ada di Google Maps tapi ada di kenyataan" dan satu-satunya
cara ke sana adalah lewat jalan tanah yang masuk kategori serius untuk ukuran
kendaraan biasa.
Ini yang aku ceritakan di awal tulisan ini. Jalan berbatu,
kanan kiri semak, tanjakan yang sudut kemiringannya bikin aku menelan ludah
satu kali sebelum injak gas.
Fortuner naik tanpa drama. Roda-rodanya mencengkeram
permukaan dengan cara yang terasa sangat deliberate seperti kendaraan yang tahu
apa yang sedang dilakukannya.
Di ujung jalan itu ada pantai. Tidak luas, tidak ramai
sebenarnya tidak ada siapa-siapa. Pasirnya putih kehitaman, ada sedikit batu
karang di pinggirnya, dan ombaknya lebih besar dari pantai selatan yang lebih
terlindung. Bukan pantai yang akan kamu temukan di artikel wisata manapun, tapi
justru itu yang membuatnya terasa seperti milikmu sendiri untuk beberapa jam.
Aku duduk di sana sampai sore mulai turun. Tidak ada yang
terburu-buru.
Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Sewa Fortuner di Lombok
Dari pengalaman itu, beberapa hal ini penting untuk kamu
pertimbangkan sebelum memutuskan sewa Fortuner untuk trip ke Lombok:
Pastikan kondisi ban dan suspensi. Untuk medan berat,
ini bukan pertanyaan yang berlebihan. Tanyakan langsung ke penyedia soal kapan
terakhir kali ban diganti dan bagaimana kondisi suspensinya. Penyedia yang
serius tidak akan keberatan menjawab ini.
Konfirmasi ketersediaan unit jauh hari. Fortuner
adalah unit premium yang jumlahnya terbatas di hampir semua armada rental.
Untuk tanggal-tanggal liburan atau event besar seperti MotoGP Mandalika, pesan
minimal dua hingga tiga minggu sebelumnya.
Diskusikan rute yang kamu rencanakan. Ini yang aku
selalu lakukan dengan layanan rental mobil Lombok yang aku gunakan.
Penyedia yang berpengalaman bisa kasih insight soal jalur mana yang aman, mana
yang perlu ekstra hati-hati, dan mana yang mungkin lebih baik dihindari di
musim tertentu.
Bawa perlengkapan darurat sederhana. Untuk rute yang
jauh dari pusat kota, sebaiknya ada ban cadangan yang kondisinya baik, dongkrak
yang berfungsi, dan nomor kontak bengkel terdekat yang bisa dihubungi. Tanyakan
ke penyedia apakah semua ini sudah tersedia di unit yang akan kamu gunakan.
Isi bensin penuh sebelum masuk kawasan terpencil. SPBU semakin langka semakin kamu masuk ke pedalaman. Jangan berspekulasi soal ini.
Untuk Petualangan yang Serius, Butuh Kendaraan yang
Serius
Lombok punya sisi yang tidak semua orang lihat bukan karena
tersembunyi, tapi karena tidak semua orang datang dengan kesiapan yang cukup
untuk menjangkaunya.
Air terjun yang jalannya belum diaspal. Pantai yang
koordinatnya tidak ada di aplikasi wisata manapun. Jalur perbukitan yang
pemandangannya akan membuat kamu berhenti bicara sejenak tapi kondisinya tidak
ramah untuk kendaraan biasa.
Semua itu ada. Dan semua itu terbuka untuk kamu asal kamu
datang dengan kendaraan yang tepat.
Cek ketersediaan unit dan detail layanan sewa mobil Lombok untuk Fortuner dan
kendaraan lainnya sebelum kamu finalisasi rencana perjalanan. Diskusikan
rutenya, konfirmasi kondisi unit, dan pastikan semua sudah beres sebelum kamu
berangkat.
Karena petualangan terbaik di Lombok tidak dimulai dari
pantai atau puncak bukit yang kamu tuju. Tapi dari keputusan tepat yang kamu
buat sebelum berangkat.
