Advertisement
Lombok Timur itu seperti rahasia yang belum banyak orang
tahu cara membukanya.
Kebanyakan wisatawan yang datang ke Lombok punya itinerary
yang kurang lebih sama: Senggigi, Kuta, Gili Trawangan, mungkin Bukit Merese
kalau masih ada tenaga. Semua itu bagus tidak ada yang salah dengan rute klasik
itu. Tapi kalau kamu pernah ke Lombok dan merasa ada sesuatu yang kurang, ada
bagian dari pulau ini yang belum kamu sentuh, kemungkinan besar jawabannya ada
di timur.
Aku pertama kali menyadari ini secara tidak sengaja.
Salah Belok yang Mengubah Segalanya
Waktu itu aku sedang dalam perjalanan menuju Sembalun sudah
ketiga kalinya aku ke sana dan sudah hafal rutenya. Tapi entah kenapa di satu
persimpangan aku ambil belokan yang salah, masuk ke jalan kabupaten yang lebih
kecil, dan terlalu malas untuk putar balik karena di GPS kelihatannya tetap
tembus.
Tiga puluh menit kemudian aku berdiri di tepi pantai yang
tidak ada namanya di Google Maps. Pasirnya putih kehijauan, airnya jernih
sampai bisa lihat batu-batu di dasar laut dari kejauhan, dan tidak ada satu pun
orang di sana selain aku dan suara angin.
Aku duduk hampir dua jam. Tidak ada sinyal. Tidak ada
warung. Hanya pantai itu dan rasa menyesal kenapa baru nemuin tempat ini
sekarang.
Sejak saat itu Lombok Timur masuk permanen ke dalam daftar
wajib setiap kali aku ke Lombok. Dan setiap kali ada teman yang tanya
rekomendasi, selalu aku bilang hal yang sama: kalau mau tahu Lombok yang
sesungguhnya, pergi ke timur.
Kenapa Lombok Timur Masih Sepi
Ada alasan yang sangat praktis kenapa kawasan ini belum
sepopuler selatan atau barat: aksesnya tidak mudah.
Dari Mataram, perjalanan ke ujung timur Lombok bisa memakan
waktu dua hingga tiga jam. Jalannya tidak selalu lebar, beberapa ruas melewati
perbukitan dengan tikungan yang perlu konsentrasi penuh, dan tidak ada
transportasi umum yang melayani rute-rute ke spot-spot terbaik di sana.
Ojek online hampir tidak eksis di luar kota Selong yang
merupakan pusat Kabupaten Lombok Timur. Travel sharing ada, tapi jadwal dan
rutenya tidak akan membawamu ke tempat-tempat yang belum punya nama di aplikasi
wisata manapun.
Satu-satunya cara realistis untuk benar-benar menjelajah
Lombok Timur adalah dengan kendaraan yang kamu pegang sendiri. Tidak ada jalan
pintas di sini.
Itulah kenapa setiap kali aku merencanakan trip ke Lombok
Timur, hal pertama yang aku lakukan bukan browsing destinasi, tapi langsung
hubungi layanan rental mobil Lombok yang bisa aku andalkan. Aku sudah
beberapa kali pakai Lepas Kunci Lombok
untuk keperluan ini prosesnya mudah, dan yang paling penting mereka paham
kondisi medan Lombok Timur yang berbeda dari kawasan wisata utama.
Sembalun: Lembah di Kaki Rinjani yang Selalu Bikin
Terpukau
Sembalun adalah pintu masuk paling populer menuju Rinjani
dan sering jadi tujuan pendaki. Tapi bagi yang tidak mendaki pun, kawasan ini
punya daya tarik yang berdiri sendiri.
Lembah Sembalun dikelilingi perbukitan hijau yang membentuk
cekungan alami dengan Rinjani berdiri gagah di ujung utaranya. Di dalam lembah,
hamparan ladang bawang merah dan stroberi membentuk pola warna yang tidak akan
kamu temukan di tempat lain. Udaranya dingin bahkan di siang hari, dan kalau
kamu datang pagi sebelum matahari naik tinggi, kabut tipis masih menyelimuti
lereng-lereng bukit dengan cara yang terasa terlalu sinematik untuk jadi
kenyataan.
Ada satu bukit di kawasan Sembalun yang disebut Bukit Selong
tidak tinggi, tidak butuh fisik khusus untuk naik ke sana tapi dari puncaknya
kamu bisa melihat seluruh lembah dalam satu frame. Rinjani di belakang, ladang
bawang merah berpetak-petak di bawah, dan langit yang di Sembalun terasa lebih
besar dari biasanya.
Perjalanan dari Mataram ke Sembalun melewati rute yang
melingkar di pinggang bukit dengan pemandangan yang terus berganti. Itu salah
satu alasan kenapa aku tidak pernah bosan dengan rute ini bukan hanya
tujuannya, tapi perjalanannya sendiri sudah worth it.
Pantai Tanjung Luar: Yang Belum Banyak Di-review
Tanjung Luar adalah pelabuhan nelayan di pesisir selatan
Lombok Timur yang jarang masuk ke konten travel mainstream. Tidak ada resort di
sini, tidak ada kafe dengan konten estetik, dan hampir tidak ada wisatawan yang
datang sengaja.
Tapi justru itu yang membuatnya menarik.
Pagi hari di Tanjung Luar adalah salah satu pemandangan
paling hidup yang pernah aku saksikan dalam semua perjalananku. Perahu-perahu
nelayan berwarna cerah baru pulang membawa tangkapan, pedagang ikan berjajar di
sepanjang dermaga, dan aroma laut yang segar bercampur dengan asap dari tungku
warung kecil yang baru menyalakan api untuk sarapan.
Tidak ada yang menyambut kamu sebagai wisatawan di sini.
Tidak ada yang menawarkan tur atau menjual suvenir. Kamu masuk ke sana sebagai
orang yang kebetulan lewat, dan itu membuat semua yang kamu lihat terasa jauh
lebih nyata.
Untuk mencapai Tanjung Luar dari kawasan wisata utama
Lombok, kamu perlu kendaraan sendiri. Tidak ada opsi lain yang efisien.
Otak Kokok Joben: Air Terjun yang Masih Terjaga
Di kawasan Lombok Timur bagian utara, tersembunyi di antara
kawasan hutan yang masih lebat, ada air terjun yang namanya hampir tidak pernah
muncul di artikel travel populer: Otak Kokok Joben.
Untuk sampai ke sana, kamu perlu berkendara ke arah
Kecamatan Montong Gading, kemudian masuk ke jalan yang makin menyempit seiring
kamu mendekati kawasan hutan. Trek menuju air terjunnya tidak terlalu jauh,
tapi aksesnya dari jalan utama sudah cukup menantang kalau tidak punya
kendaraan yang layak.
Air terjunnya tidak sebesar Tiu Kelep di utara Lombok, tapi
kolam alaminya jernih dengan warna kehijauan yang terasa seperti kolam renang
yang dibuat oleh alam tanpa campur tangan manusia. Pengunjungnya sangat sedikit
bahkan di akhir pekan, dan suasananya sunyi dengan suara air yang jatuh sebagai
satu-satunya hal yang kamu dengar.
Tempat seperti ini yang selalu bikin aku merasa Lombok masih
menyimpan banyak hal yang belum terjamah.
Desa Pringgasela: Tenun Sasak yang Masih Hidup
Kalau Desa Sade di Lombok Tengah sudah terlalu ramai dan
terasa terlalu "dikemas" untuk wisatawan, Pringgasela di Lombok Timur
menawarkan pengalaman yang lebih mentah dan lebih jujur.
Di desa ini, hampir setiap rumah punya alat tenun.
Perempuan-perempuan Sasak yang duduk di teras rumah sambil menenun kain bukan
pertunjukan untuk wisatawan itu memang aktivitas keseharian yang sudah
berlangsung turun-temurun. Kamu bisa berdiri melihat prosesnya, bertanya-tanya,
bahkan membeli langsung dari pembuatnya dengan harga yang jauh lebih masuk akal
dibanding toko oleh-oleh di kawasan wisata utama.
Suasana desa yang tenang, orang-orang yang ramah tanpa
pretensi, dan kain tenun dengan motif yang bisa kamu tanyakan langsung maknanya
kepada pembuatnya itu jenis pengalaman yang tidak bisa dibeli dari paket wisata
manapun.
Dari Mataram, Pringgasela bisa ditempuh sekitar satu
setengah jam dengan kendaraan pribadi. Tidak ada angkutan umum yang melayani
rute ini secara langsung.
Tips Menjelajah Lombok Timur
Dari beberapa kali ke kawasan ini, ada beberapa hal yang
selalu aku catat ulang setiap kali merencanakan perjalanan ke Lombok Timur:
Berangkat pagi. Lombok Timur jauh, dan perjalanannya
sendiri membutuhkan waktu. Kalau kamu berangkat dari Mataram atau Senggigi,
idealnya sudah di jalan sebelum pukul tujuh pagi supaya tidak kehilangan
terlalu banyak waktu di jalan.
Isi bensin sebelum masuk kawasan terpencil. SPBU
tersedia di Selong dan beberapa kota kecil di Lombok Timur, tapi makin ke
pedalaman makin jarang. Tidak ada yang mau kehabisan bensin di jalan sempit di
tengah hutan.
Bawa uang tunai lebih. Hampir tidak ada yang menerima
pembayaran digital di kawasan ini. Parkir, warung makan, tiket masuk air terjun
semua tunai.
Jangan terlalu padat mengisi jadwal. Lombok Timur
bukan kawasan yang bisa dijelajahi dengan tergesa-gesa. Berikan ruang untuk
berhenti di tempat yang tidak ada di itinerary, karena itu yang sering menjadi
bagian terbaik dari perjalanan.
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Beberapa
jalan di kawasan ini menantang menanjak, berkelok, kadang berbatu di bagian
akhir menuju spot tertentu. Ini bukan rute untuk kendaraan yang kondisinya
meragukan.
Lombok Timur Menunggu, Tapi Hanya untuk yang Siap
Tidak semua destinasi cocok untuk semua orang. Lombok Timur
bukan untuk wisatawan yang mau semuanya sudah tersedia dan tinggal datang.
Kawasan ini untuk yang mau sedikit berusaha, mau menerima jalan yang tidak
selalu mulus, dan mau menukar kemudahan dengan pengalaman yang jauh lebih
otentik.
Dan persiapan paling mendasar dari semua itu dimulai dari
satu keputusan: punya kendaraan yang bisa kamu andalkan.
Pesan layanan sewa
mobil Lombok sebelum berangkat, diskusikan rute yang kamu rencanakan dengan
penyedia yang paham kondisi medan setempat, dan datang ke Lombok Timur dengan
kepala yang terbuka.
Surga tersembunyi itu ada. Kamu tinggal berani menjemputnya.
